HP 089630289010

Inject Direct

Secured Shell

Otomotif

Mavrodial Mondial Moneybox

Monday, September 1, 2014

Cara Mengolah dan Mendapatkan Manfaat Daun Sirsak


Manfaat daun sirsak mulai dipilih sebagai alternatif untuk penyembuhan penyakit serius, seperti tumor dan kanker. Dalam saun sirsak terkandung zat yang konon memiliki kekuatan menghancurkan sel tumor tanpa merusak sel sehat di sekitarnya. Bahkan, zat antikanker dalam daun kanker lebih kuat dibanding obat kemoterapi.

Saat ini banyak tersedia kapsul ekstrak daun sirsak yang dijual bebas. Jika ingin mengonsumsinya, pastikan bukan ekstrak palsu dan sebaiknya produk keluaran produsen yang memperhatikan baku mutu pengolahan. Atau, jika Anda ingin membuat sendiri ekstrak daun sirsak, bisa menerapkan cara ini seperti dilansir laman 1daunsirsak:
  1. Keringkan daun sirsak yang tidak dijemur di bawah sinar matahari langsung. Tujuannya agar tidak sampai merusak senyawa di dalam daun. Jika sudah kering, siapkan 10-15 lembar daun sirsak. Rebus dengan 400 ml atau dua gelas air. Biarkan sampai tersisa 1 gelas. Minum selagi hangat sehari sekali. Gunakan tempat rebus dari bahan tanah liat atau stainless steel. Hindari memakai alat rebus dari alumunium.
  2. Jika memakai daun sirsak basah, siap 10-15 lembar daun sirsak. Rebus dengan 600 ml atau tiga gelas air. Tunggu sampai air tersisa satu gelas. Minum sehari sekali pada pagi atau sore. Hasil mungkin baru akan terasa 3-4 pekan setelah minum secara rutin.
  3. Cara lainnya, siapkan 3-5 lembar daun sirsak basah. Masukkan ke wadah blender beserta 50 cc atau ¼ gelas air putih hangat. Lanjutkan dengan memblendernya sampai hancur. Tempatkan remahan daun sirsak ke teko seduh dan masukkan air panas secukupnya. Biarkan selama 15-20 menit agar terjadi proses ekstraksi seperti halnya menyeduh teh. Setelah selesai, segera minum seduhan daun sirsak tersebut.

Makanan Ini Berbahaya Kalau Dikonsumsi Berlebihan


Boleh jadi makanan atau minuman tertentu diketahui sebagai asupan yang bermanfaat bagi tubuh. Tapi jika pemenuhannya berlebihan tetap saja akan membahayakan tubuh. Untuk itu, menyukupi nutrisi tetap harus berpegang pada prinsip keseimbangan agar tubuh tidak mengalami gangguan kesehatan.

Dikutip dari Detik Health, makanan dan minuman ini bisa membahayakan kalau terlalu berlebihan dikonsumsi:

Air. Setiap orang memerlukan air. Air membantu tubuh untuk melakukan berbagai hal seperti membersihkan ginjal, melancarkan proses metabolisme, mencegah pengentalan darah, dan sebagainya. Namun kalau tubuh diberikan terlalu banyak air dapat melemahkan sodium pada darah. Bahkan, otak dapat mengalami gangguan fungsi dan berakhir dengan kematian. Jumlah asupan normal air untuk diminum sekitar dua sampai tiga liter.

Tomat dan jeruk. Terlalu banyak makan jeruk dan tomat bisa mengakibatkan refluks asam. Ini adalah kejadian naiknya asam di lambung menuju kerongkongan. Refluks berimbas pada peradangan dan perlukaan lapisan kerongkongan. Mengonsumsi jeruk dan tomat baiknya dibatasi dua butir per hari.

Kedelai. Kebanyakan makan kedelai membuat tubuh kekurangan zat besi sehingga memicu anemia. Kandungan estrogen dalam kedelai – berupa isoflavon – dalam jangka panjang memicu endometrial hyperplasia sebagai biang kanker rahim. Saran yang dikemukakan dalam mengonsumsi kedelai yaitu tidak lebih dari dua porsi setiap hari.

Bayam. Bayam membantu tubuh tercukupi zat besi dan berbagai nutrisi lainnya. Namun kalau kebanyakan dapat memicu batu ginjal. Hal ini disebabkan bayam mempunyai kandungan oksalat yang merupakan salah satu penyusun batu ginjal.

Cukup Kukus 3 Menit, Zat Antikanker Brokoli Tidak Hilang


Brokoli menjadi salah satu obat kanker dari jenis makanan. Sayuran yang masih satu keluarga dengan kubis ini memiliki kandungan antioksidan kuat yang mampu menekan pertumbuhan sel kanker. Namun brokoli tidak boleh dimasak asal-asalan. Pasalnya, zat aktif di dalamnya bisa rusak kalau pengolahannya salah.

Sayur ini tidak boleh direbus terlalu lama. Cara yang paling disarankan untuk memasaknya yaitu dengan melakukan pengukusan hanya selama 3 menit setelah air kukusan mendidih. Mengukus brokoli berguna meningkatkan zat antikanker di dalamnya sehingga masih bermanfaat dalam melawan radikal bebas pada tubuh.

Brokoli memiliki enzim myrosinase yang berguna dalam memunculkan zat sulforaphane. Sulforaphane inilah antioksidan yang berguna sebagai antikanker. Memasak brokoli dengan memanaskannya terlalu lama akan merusak enzim tersebut sehingga sulforaphane gagal dibentuk.
“Cara mengolah makanan saat ini lebih mementingkan bagaimana agar rasanya lebih enak, tampilannya juga lebih menarik. Tapi seharusnya pemrosesan makanan lebih difokuskan pada bagaimana caranya agar kandungan bioaktif pada makanan -yang mencegah kanker- sampai ke sistem pencernaan dalam bentuk yang bisa langsung digunakan tubuh,” kata Dr Elizabeth Jeffrey, peneliti dari Universitas Illinois, seperti dikutip dari Detik Health dari Daily Mail.
Enzim myrosinase bukan hanya bisa didapatkan dari brokoli. Sayuran lain juga memiliki enzim serupa, di antaranya mustard, lobak, wasabi dan tanaman kubis-kubisan. Jangan lewatkan makanan Anda dengan menu sayuran ini untuk mencegah dan menekan sel tumor maupun kanker dalam tubuh.

Nophone, Obat Untuk Atasi Kecanduan Pada Ponsel


Ponsel, smartphone dan aneka gadget lainnya memang menyenangkan saat digunakan. Itu sebabnya saat ini berbagai peralatan komunikasi tersebut sudah banyak yang membuat orang kecanduan. Bahkan ada sebuah phobia baru yang muncul di era smartphone ini, bernama nomopobhia, alias ketakutan jika tidak memegang smartphone atau ponsel.

Mengatasi kecanduan tersebut, diciptakanlah sebuah ‘obat’ yang dinamakan Nophone. Nophone adalah tiruan bentuk smartphone merk ternama namun tidak mempunyai semua hal yang ada di sebuah ponsel.

Tak ada kamera, sambungan sinyal, baterai, wifi, atau bahkan fungsi menelpon. Nophoane hanya meniru bentuk dan model serta warna smartphone, akan tetapi tak dapat digunakan sama sekali. Nophone yang mengadopsi bentuk iPhone itu nantinya bekerja hanya seperti ‘obat palsu’ atau placebo.
 
Seseorang yang kecanduan smartphone umumnya hanya ingin berada dekat dan memegang ponselnya, walau tanpa kepentingan untuk berkomunikasi atau lainnya.
“Ini bekerja seperti plasebo (obat kosong),” ucap Ingmar Larsen seperti dikutip dari laman ABC News.
Ingmar Larsen merupakan salah satu desainer dari Nophone. Ia mengungkap bahwa Nophone dapat menjadi pengganti ponsel untuk sementara waktu. Ia dapat dipegang-pegang, dan didekatkan ke pecandu ponsel, sehingga mereka tenang dan tak lagi gelisah. Namun tentu tak mungkin berfungsi seperti layaknya ponsel.

Saat ini di Inggris sudah 1:8 orang mengidap kecanduan ponsel, dan sebagian di antaranya telah mendapat perawatan agar lepas dari kecanduan tersebut supaya bisa hidup normal kembali. Walau terlihat sepele, namun kecanduan ponsel ternyata memang dapat mengakibatkan masalah serius.

Suntik Botox Bikin Cantik dan Bantu Sembuhkan Kanker ?


Suntik botox telah digunakan sebagai cara cepat menghilangkan kerut di wajah dan membuatnya terlihat lebih muda. Karenanya pemakaian botox sebagai pengganti berbagai jenis krim perawatan wajah dinilai lebih praktis dan hemat oleh para wanita. Namun sebuah penelitian dari Science Translational Medicine menyebutkan bahwa botox ternyata juga dapat membantu melawan sel kanker.

Walau baru dalam tahap penelitian pada hewan, fakta ini tentu merupakan hal baru yang menumbuhkan harapan bagi penderita kanker.

Tim peneliti melihat sebuah tikus penelitian yang menderita tumor perut, diberikan suntikan botox juga kemoterapi. Mereka mengamati efek kemoterapi di sel tumor itu menjadi lebih terlihat atau responsif.
Mereka yang berasal dari Columbia University Medical Centre di New York, juga dari Norwegian University of Science and Technology di Trondheim masih menyelidiki apa peran dari syaraf vagus yang membuat otak bekerja mengendalikan fungsi pencernaan.

Memakai toksin botox ternyata memperlambat tumbuhnya tumor di perut dan pencernaan, dan lebih respon terhadap pengobatan kemoterapi yang dilakukan. Jika penggunaan suntik botox dilakukan saat sel tumor masih muda, ia akan merusak syaraf tumor, sehingga respon obat lebih dapat diharapkan cepat terjadi.
“Diperlukan waktu yang lama untuk mempertimbangkan cara ini sebagai salah satu bentuk perawatan. Sebab semakin lama semakin banyak gejala baru yang terlihat dalam kanker. Inilah yang membuat kanker seakan lebih ‘pintar dan lincah’ dibandingkan dengan tim medis yang melawannya,” kata dr Wang salah seorang peneliti seperti dilansir detik.health .
Jadi bisa dikatakan bahwa peneliti menemukan botox sebagai membantu proses pemusnahan sel tumor. Bukan menyembuhkan secara langsung, namun bisa jadi harapan untuk penyembuhan.

ALS, Penyakit Saraf yang Menggugah Dunia Melakukan Ice Bucket Challenge


Belakangan banyak orang – termasuk para tokoh – melakukan ice bucket challenge atau mandi air es untuk mengkampanyekan kepedulian tehadap penyakit ALS. ALS kependekan dari amytrophic lateral sclerosis, merupakan penyakit yang menyerang saraf motorik. Saraf ini berguna untuk mengantarkan rangsangan untuk otot agar bisa menggerakkan bagian badan. Contohnya yaitu gerakan menggerakkan tangan, menelan, atau berjalan.

Penyakit ini sebaiknya langsung ditangani medis sejak ketahuan. Jika sudah parah maka angka harapan hidup penderita diperkirakan hanya tiga tahun. Uniknya,penyakit bisa bertahan lebih lama kalau diobati. Obat yang ada sekarang ini masih sebats meredakan gejala. Oleh sebab itu, aksi ice bucket bertujuan untuk menggalang donasi demi riset ALS.
“Penyebab utama kematian dari orang dengan ALS adalah tersedak, karena kemampuan menelannya menurun, namanya pneumonia aspirasi,” kata Gea Pandhita, dokter spesialis saraf di RS Islam Pondok Kopi, seperti dikutip Kompas.
Kebanyakan penyebab ALS adalah unsur keturunan atau genetik. Penderita yang ditemukan rata-rata telah berusia 40-50 tahun. Pria adalah penderita terbanyak dibanding wanita. Penderita ALS sudah memiliki gen penyakit tersebut sejak dirinya lahir. Dan, factor keturunan bukan hanya karena dari gen orang tuanya. Bisa jadi, gen pembawa ALS datag dari generasi sebelumnya.

Penyakit ALS disebut juga dengan penyakit Lou Gehrig. Jumlah penderitanya diperkirakan memiliki prevelansi kurang dari 2 per 100.000 penduduk per tahunnya. Di Amerika Serikat jumlah penderita mencapai 5.000 orang per tahun.
 
Copyright © 2014 Grizenzio Orchivillando